Selasa, 18 Agustus 2015

Nama Tokoh Indonesia yang Dijadikan Nama Jalan di Luar Negeri



Tanpa jasa para pahlawan, Indonesia tidak mungkin ada seperti sekarang. Lalu, apa apresiasi yang dapat kita berikan pada para pendahulu kita itu? Sebagai warga negara yang baik, sudah sepantasnya kita mengenang para tokoh pahlawan kita. Banyak monumen atau nama jalan yang diperuntukkan untuk mengabadikan nama tokoh para pejuang. Ternyata, bukan hanya di Indonesia mereka dikenang. Nama para pahlawan kita banyak dijadikan nama jalan di luar negeri sebagai bentuk penghargaan. Nah, di mana sajakah nama jalan-jalan tersebut?

BELANDA                                 

Sjahrirstraat - Leiden
Sutan Syahrir adalah nama politikus sekaligus perdana menteri pertama di Indonesia. Beliau pernah berkuliah di Fakultas Hukum Universitas Amsterdam dan Leiden School of Indology. Namanya pun diabadikan menjadi sebuah nama jalan di Leiden, tempatnya dulu menimba ilmu.


Mohammed Hattastraat – Haarlem
Nama beliau pasti sudah tidak asing lagi bagi kita. Nama beliau dijadikan nama jalan di sebuah perumahan di Haarlem, Zuiderpolder, sejak  tahun 1987 oleh Walikota R.H. Claudius dikarenakan beliau pernah menimba ilmu di Belanda.

Irawan Soejonostraat – Amsterdam
Irawan Sejono adalah mahasiswa Indonesia yang diakui Belanda sebagai pahlwanan karena perjuangannya melawan Nazi. Saat PD II, beliau adalah anggota Perhimpunan Indonesia di  Belanda. Ayahnya, Adipati Ario Soejono, adalah orang Indonesia pertama yang menjadi menteri dalam kabinet Belanda.

 R.A Kartinistraat - Utrecht, Venlo, Amsterdam dan Haarlem
Raden Adjeng Kartini adalah pejuang hak perempuan baik di Indonesia maupun di Belanda. Namanya diabadikan sebagai nama jalan di empat kota di Belanda.
 
MAROKO

Rue Soukarno – Rabat
Nama Soekarno diabadikan menjadi nama jalan di Maroko sejak tanggal 2 Mei 1960. Jalan yang awalnya bernama Sharia Al-Rais Ahmed Soekarno ini kini lebih familiar dengan nama Rue Soekarno. Penamaan itu adalah salah satu bentuk penghargaan yang diberikan Raja Muhammad V atas jasa Ir. Soekarno pada Maroko. Soekarno sendirilah yang meresmikan jalan ini. 

MESIR

Ahmed Sokarno St. – Mesir
Pemberian nama jalan Ahmed Sokarno di Mesir menunjukkan suatu hubungan harmonis RI dengan Mesir. Nama Ahmed diberikan karena bung Karno dikenal dengan nama Ahmad Soekarno di Mesir. Nama tersebut diberikan oleh Gammal Abdul Nasser sebagai pemimpin waktu itu. Dipilihnya nama Soekarno untuk nama jalan karena pada tahun 1955 Sukarno berjasa sebagai pencetus Konferensi Asia Afrika (KAA).

Sumber:
https://www.facebook.com/Indonesia-Perjuanganku
http://www.liveberita.com/2015/03/pahlawan-indo-nama-jl-luar-negeri.html

Kamis, 13 Agustus 2015

Tugas Sejarah XI - Rumusan Naskah Proklamasi



P R O K L A M A S I

KAMI BANGSA INDONESIA DENGAN INI MENYATAKAN KEMERDEKAAN INDONESIA.
HAL-HAL YANG MENGENAI PEMINDAHAN KEKUASAAN DAN LAIN-LAIN DISELENGGARAKAN
DENGAN CARA SAKSAMA DAN DALAM TEMPO YANG SESINGKAT-SINGKATNYA.


DJAKARTA, 17 AGUSTUS 1945
ATAS NAMA BANGSA INDONESIA.
SOEKARNO-HATTA.


Proklamasi. Pasti sudah tidak asing di telinga kita, bukan?
Berhubung tiga hari lagi adalah HUT RI, entry kali ini akan berkutat seputar peristiwa proklamasi kemerdekaan. Seperti yang tercantum di atas, naskah proklamasi sebenarnya sangat pendek dan terlihat mudah untuk dibuat—tapi, sebenarnya merumuskan naskah proklamasi bukanlah perkara mudah.
Tanggal 12 lalu, di kelas Sejarah, guru saya membahas tentang pendudukan Jepang dan peristiwa-peristiwa di sekitar kemerdekaan. Beliau membagi kelas menjadi beberapa kelompok dan member tugas untuk membuat naskah proklamasi, seakan-akan kami ada di rumah Laksamana Maeda.
Nah, merumuskan proklamasi sama sekali tidak mudah. Kami harus memilih kata-kata yang tegas, sekaligus mewakili seluruh rakyat Indonesia. Meskipun hanya simulasi, namun kami merasa tegang seakan benar-benar merumuskan proklamasi tersebut. Bayangkan apabila kami berada di tahun 1945, pasti akan lebih menegangkan. Kami hanya diburu waktu karena jam pelajaran hampir habis, sedangkan Golongan Tua waktu itu harus berkejaran dengan perang. Rasa tegang kami tidak ada apa-apanya.
Kami membacakan hasil rumusan kami di depan kelas. Bangga rasanya, setelah memutar otak mencari-cari kata yang tepat. Berikut hasil rumusan kelompok saya:

Proklamasi
Berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa.
Kami, atas nama bangsa Indonesia, menyatakan Kemerdekaan Indonesia.
Dengan ini berakhirlah penderitaan kami dan berdirilah kami sebagai bangsa Indonesia yang merdeka, bersatu dan berdaulat.
Adapun mengenai pemindahan kekuasaan akan dilaksanakan dengan tempo yang sesingkat-singkatnya, sehingga kekuasaan sepenuhnya berada di tangan bangsa Indonesia.

Jakarta, 17-8-05
Bangsa Indonesia,
Soekarno-Hatta

Perhatian—ini hanya tugas. Pelajaran di sekolah, bukan naskah proklamasi yang asli. Naskah yang asli sudah saya cantumkan di awal.
Nah, begitulah tugas kami hari itu. Seru~
3 hari lagi Indonesia sudah 70 tahun~ Selamat Hari Raya Kemerdekaan, Indonesia!