Minggu, 26 April 2015

VOC, Imperialisme, Kolonialisme



VOC
Kongsi Dagang atau Perusahaan Hindia Timur Belanda (Vereenigde Oostindische Compagnie atau VOC) yang didirikan pada tanggal 20 Maret 1602 adalah persekutuan dagang asal Belanda yang memiliki monopoli untuk aktivitas perdagangan di Asia.
VOC memiliki enam bagian (Kamers) di Amsterdam, Middelburg (untuk Zeeland), Enkhuizen, Delft, Hoorn, dan Rotterdam. Delegasi dari ruang ini berkumpul sebagai Heeren XVII (XVII Tuan-Tuan). Kamers menyumbangkan delegasi ke dalam tujuh belas sesuai dengan proporsi modal yang mereka bayarkan; delegasi Amsterdam berjumlah delapan.
Di kalangan orang Indonesia VOC memiliki sebutan populer Kompeni atau Kumpeni. Istilah ini diambil dari kata compagnie dalam nama lengkap perusahaan tersebut dalam bahasa Belanda. Tetapi rakyat Nusantara lebih mengenal Kompeni sebagai tentara Belanda karena penindasannya
Datangnya orang Eropa melalui jalur laut diawali oleh Vasco da Gama, yang pada tahun 1497-1498 berhasil berlayar dari Eropa ke India melalui Tanjung Pengharapan (Cape of Good Hope) di ujung selatan Afrika, sehingga mereka tidak perlu lagi bersaing dengan pedagang-pedagang Timur Tengah untuk memperoleh akses ke Asia Timur, yang selama ini ditempuh melalui jalur darat yang sangat berbahaya. Pada awalnya, tujuan utama bangsa-bangsa Eropa ke Asia Timur dan Tenggara termasuk ke Nusantara adalah untuk perdagangan, demikian juga dengan bangsa Belanda. Misi dagang yang kemudian dilanjutkan dengan politik pemukiman (kolonisasi) dilakukan oleh Belanda dengan kerajaan-kerajaan di Jawa, Sumatera dan Maluku, sedangkan di Suriname dan Curaçao, tujuan Belanda sejak awal adalah murni kolonisasi (pemukiman). Dengan latar belakang perdagangan inilah awal kolonialisasi bangsa Indonesia (Hindia Belanda) berawal.
Selama abad ke 16 perdagangan rempah-rempah didominasi oleh Portugis dengan menggunakan Lisbon sebagai pelabuhan utama. Sebelum revolusi di negeri Belanda kota Antwerp memegang peranan penting sebagai distributor di Eropa Utara, akan tetapi setelah tahun 1591 Portugis melakukan kerjasama dengan firma-firma dari Jerman, Spanyol dan Italia menggunakan Hamburg sebagai pelabuhan utama sebagai tempat untuk mendistribusikan barang-barang dari Asia, memindah jalur perdagangan tidak melewati Belanda. Namun ternyata perdagangan yang dilakukan Portugis tidak efisien dan tidak mampu menyuplai permintaan yang terus meninggi, terutama lada. Suplai yang tidak lancar menyebabkan harga lada meroket pada saat itu. Selain itu Unifikasi Portugal dan Kerajaan Spanyol (yang sedang dalam keadaan perang dengan Belanda pada saat itu) pada tahun 1580, menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi Belanda. ketiga faktor tersebutlah yang mendorong Belanda memasuki perdagangan rempah-rempah Interkontinental. Akhirnya Jan Huyghen van Linschoten dan Cornelis de Houtman menemukan "jalur rahasia" pelayaran Portugis, yang membawa pelayaran pertama Cornelis de Houtman ke Banten, pelabuhan utama di Jawa pada tahun 1595-1597.
Pada tahun 1596 empat kapal ekspedisi dipimpin oleh Cornelis de Houtman berlayar menuju Indonesia, dan merupakan kontak pertama Indonesia dengan Belanda. Ekspedisi ini mencapai Banten, pelabuhan lada utama di Jawa Barat, disini mereka terlibat dalam perseteruan dengan orang Portugis dan penduduk lokal. Houtman berlayar lagi ke arah timur melalui pantai utara Jawa, sempat diserang oleh penduduk lokal di Sedayu berakibat pada kehilangan 12 orang awak, dan terlibat perseteruan dengan penduduk lokal di Madura menyebabkan terbunuhnya seorang pimpinan lokal. Setelah kehilangan separuh awak maka pada tahun berikutnya mereka memutuskan untuk kembali ke Belanda namun rempah-rempah yang dibawa cukup untuk menghasilkan keuntungan.
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/78/VOC_house_Amsterdam.JPG/220px-VOC_house_Amsterdam.JPG
Adalah para pedagang Inggris yang memulai mendirikan perusahaan dagang di Asia pada 31 Desember 1600 yang dinamakan The British East India Company dan berpusat di Kalkuta. Kemudian Belanda menyusul tahun 1602 dan Perancis pun tak mau ketinggalan dan mendirikan French East India Company tahun 1604.
Pada 20 Maret 1602, para pedagang Belanda mendirikan Verenigde Oost-Indische Compagnie - VOC (Perkumpulan Dagang India Timur). Di masa itu, terjadi persaingan sengit di antara negara-negara Eropa, yaitu Portugis, Spanyol kemudian juga Inggris, Perancis dan Belanda, untuk memperebutkan hegemoni perdagangan di Asia Timur. Untuk menghadapai masalah ini, oleh Staaten Generaal di Belanda, VOC diberi wewenang memiliki tentara yang harus mereka biayai sendiri. Selain itu, VOC juga mempunyai hak, atas nama Pemerintah Belanda -yang waktu itu masih berbentuk Republik- untuk membuat perjanjian kenegaraan dan menyatakan perang terhadap suatu negara. Wewenang ini yang mengakibatkan, bahwa suatu perkumpulan dagang seperti VOC, dapat bertindak seperti layaknya satu negara.
Perusahaan ini mendirikan markasnya di Batavia (sekarang Jakarta) di pulau Jawa. Pos kolonial lainnya juga didirikan di tempat lainnya di Hindia Timur yang kemudian menjadi Indonesia, seperti di kepulauan rempah-rempah (Maluku), yang termasuk Kepulauan Banda di mana VOC manjalankan monopoli atas pala dan fuli. Metode yang digunakan untuk mempertahankan monompoli termasuk kekerasan terhadap populasi lokal, dan juga pemerasan dan pembunuhan massal.
Pos perdagangan yang lebih tentram di Deshima, pulau buatan di lepas pantai Nagasaki, adalah tempat satu-satunya di mana orang Eropa dapat berdagang dengan Jepang.
Tahun 1603 VOC memperoleh izin di Banten untuk mendirikan kantor perwakilan, dan pada 1610 Pieter Both diangkat menjadi Gubernur Jenderal VOC pertama (1610-1614), namun ia memilih Jayakarta sebagai basis administrasi VOC. Sementara itu, Frederik de Houtman menjadi Gubernur VOC di Ambon (1605 - 1611) dan setelah itu menjadi Gubernur untuk Maluku (1621 - 1623).
Pada pertengahan abad ke-18 VOC mengalami kemunduran karena beberapa sebab sehingga dibubarkan. Alasannya adalah sebagai berikut:
  • Banyak pegawai VOC yang curang dan korupsi
  • Banyak pengeluaran untuk biaya peperangan contoh perang melawan Hasanuddin dari Gowa
  • Banyaknya gaji yang harus dibayar karena kekuasaan yang luas membutuhkan pegawai yang banyak
  • Pembayaran Devident (keuntungan) bagi pemegang saham turut memberatkan setelah pemasukan VOC kekurangan
  • Bertambahnya saingan dagang di Asia terutama Inggris dan Perancis
  • Perubahan politik di Belanda dengan berdirinya Republik Bataaf 1795 yang demokratis dan liberal menganjurkan perdagangan bebas.
Berdasarkan alasan di atas VOC dibubarkan pada tanggal 31 Desember 1799 dengan hutang 136,7 juta gulden dan kekayaan yang ditinggalkan berupa kantor dagang, gudang, benteng, kapal serta daerah kekuasaan di Indonesia.

KONGSI DAGANG EROPA

Verenigde Oost Indische Compagnie (VOC) tahun 1602..

CDI = Compagnies Des Indes milik Perancis
East India Company(EIC) milik Inggris, 1858 bubar.

KELEBIHAN IMPERIALISME
1.      Negara yang mengalami imperialisme menjadi lebih maju, contohnya dari segi ilmu pengetahuan dan teknologi
2.      Akulturasi budaya. Negara yang datang meninggalkan jejak budaya mereka, yang kelak diadaptasi oleh masyarakat setempat
3.      Perdagangan berkembang pesat karena Negara tersebut menjadi lebih dikenal. Banyak kapal dari luar negeri yang singgah di sana


KEKURANGAN IMPERIALSIME
1.      Tradisi masyarakat setempat terancam hilang
2.      Jika imperialisme yang dilaksanak tergolong kejam, banyak rakyat yang menderita
3.      Sumber daya berpeluang untuk dieksploitasi
4.      Beberapa komoditi dapat terancam langka

KELEBIHAN KOLONIALISME
1.      Bidang kesehatan berkembang
2.      Meskipun terbatas, sarana pendidikan disediakan
3.      Perkembangan di bidang politik lewat pengenalan system demokrasi

KEKURANGAN KOLONIALISME
1.      Rakyat menderita, karena perilaku bangsa penjajah yang kasar
2.      Hilangnya budaya lokal
3.      Rakyat kehilangan tanah milik mereka




wikipedia.id
answers.com
ukessays.com


Kamis, 26 Maret 2015

Kerajaan Islam di Nusantara



Kerajaan Samudera Pasai


Uang-Dirham-Kerajaan-Samudra-PasaiKesultanan Pasai, juga dikenal dengan Samudera Darussalam, atau Samudera Pasai, adalah kerajaan Islam yang terletak di pesisir pantai utara Sumatera, kurang lebih di sekitar Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara, Provinsi Aceh, Indonesia.
Belum begitu banyak bukti arkeologis tentang kerajaan ini untuk dapat digunakan sebagai bahan kajian sejarah. Namun beberapa sejarahwan memulai menelusuri keberadaan kerajaan ini bersumberkan dari Hikayat Raja-raja Pasai, dan ini dikaitkan dengan beberapa makam raja serta penemuan koin berbahan emas dan perak dengan tertera nama rajanya.
Mata uang emas dari Kerajaan Samudera Pasai untuk pertama kalinya dicetak oleh Sultan Muhammad yang berkuasa sekitar tahun 1297-1326 Masehi.
Mata uangnya disebut “Dirham” atau “Mas” dan mempunyai standar berat 0,60 gram (berat standar Kupang).
https://cakradonyamalang.files.wordpress.com/2014/06/picture-0172.jpgNamun ada juga koin-koin Dirham Pasai yang sangat kecil dengan berat hanya 0,30 gram (1/2 dari Kupang atau 3 kali Saga). Uang Mas Pasai mempunyai diameter 10–11 mm, sedangkan yang 1/2 Mas berdiameter 6 mm.
Pada hampir semua koinnya ditulis nama Sultan dengan gelar “Malik az-Zahir” atau “Malik at-Tahir”. Nama dirham menunjukkan pengaruh kuat pedagang Arab dan budaya Islam di kerajaan tersebut.
Lambang Kerajaan Samudera PasaiSelain uang dirham, peninggalan Samudera Phttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5LpTx1V8Rb-LGYzmTKhBOzqFDck5TFUa3tBvDWWy-_gJFVC5VQAcSqM0IzgjIgPIY48D9IxNayGPxzrcSDS4YiKFYjSGdSP8XiTKqqDbfBEKdGXmdcM4Zy6MYVXJRw6ugiZbaKrx_k1-o/s1600/Makam-Ratu-Nahrisyah-di-Aceh-Utara.jpgasai yang lainnya adalah Cakra Donya, makam para sultan, stempel kerajaan, dan surat Sultan Zainal Abidin.
http://acehkita.com/wp-content/uploads/2009/03/samudera.jpg
Kesultanan Banten


Bendera Kesultanan Banten
Kesultanan Banten merupakan sebuah kerajaan Islam yang pernah berdiri dan sekarang lokasi wilayahnya persis berada di Provinsi Banten, Indonesia.
Berawal sekitar tahun 1526, ketika Kerajaan Demak memperluas pengaruhnya ke kawasan pesisir barat Pulau Jawa, dengan menaklukan beberapa kawasan pelabuhan kemudian menjadikannya sebagai pangkalan militer serta kawasan perdagangan.
uang Kasha Kesultanan BantenSeiring dengan kemunduran Demak terutama setelah meninggalnya Trenggana (dikenal juga sebagai Tung Ka Lo adalah raja Demak ketiga 1505-1518 dan 1521-1546.), Banten yang sebelumnya vazal dari Kerajaan Demak, mulai melepaskan diri dan menjadi kerajaan yang mandiri.
Bendera Kesultanan BantenMata uang dari Kesultanan Banten pertama kali dibuat sekitar 1550-1596 Masehi.
Bentuk koin Banten mengambil pola dari koin cash Cina yaitu dengan lubang di tengah, dengan ciri khas persegi 6 pada lubang tengahnya (heksagonal).
Inskripsi bagian muka pada mulanya dalam bahasa Jawa: “Pangeran Ratu”.
Namun setelah mengakarnya agama Islam di Banten, inskripsi diganti dalam bahasa Arab, “Pangeran Ratu Ing Banten”.
Terdapat beberapa jenis mata-uang lainnya yang dicetak oleh Sultan-sultan Banten, baik dari tembaga ataupun dari timah, seperti yang ditemukan pada beberapa tahun yang lalu.
Berikut beberapa peninggalannya

http://3.bp.blogspot.com/-i6bs8QwnZrc/Uq0toQtphyI/AAAAAAAAJ80/18wV_weMwKw/s400/istana-kaibon.jpg

http://1.bp.blogspot.com/-bZILqNRyeRM/Uq0t8OgS_0I/AAAAAAAAJ88/ebTRE1emh00/s400/Keraton_Surosowan.jpg

http://4.bp.blogspot.com/-Ec7fJ7Is72k/Uq0tM_6dvaI/AAAAAAAAJ8s/KEDNWOMmpDQ/s400/12970769321872462741.jpghttp://1.bp.blogspot.com/-adbjRLTvOdY/Uq0y1SNCTwI/AAAAAAAAJ9U/uXiyB0jwV7Q/s400/20120910_123805.jpg



http://1.bp.blogspot.com/-kONWYT2f1rg/Uq0wavni70I/AAAAAAAAJ9I/1vHR4VblCYg/s1600/100_1203.jpg
     



Kesultanan Gowa-Tallo
Uang_JinggaraDi daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara, berdiri kerajaan Gowa dan Buton. Kerajaan Gowa pernah mengedarkan mata uang dan emas yang disebut “Jinggara”.
Salah satunya dikeluarkan atas nama Sultan Hasanuddin, raja Gowa yang memerintah pada tahun 1653-1669. Selaing itu beredar juga uang dari bahan campuran timah dan tembaga yang disebut “Kupa”.
Kesultanan Gowa atau kadang ditulis Goa, adalah salah satu kerajaan besar dan paling sukses yang terdapat di daerah Sulawesi Selatan. Rakyat dari kerajaan ini berasal dari Suku Makassar yang berdiam di ujung selatan dan pesisir barat Sulawesi.
Wilayah kerajaan ini sekarang berada di bawah Kabupaten Gowa dan beberapa bagian daerah sekitarnya. Kerajaan ini memiliki raja yang paling terkenal bergelar Sultan Hasanuddin, yang saat itu melakukan peperangan yang dikenal dengan Perang Makassar (1666-1669) terhadap VOC yang dibantu oleh Kerajaan Bone yang dikuasai oleh satu wangsa Suku Bugis dengan rajanya Arung Palakka.
Berikut beberapa peninggalannya.


Kompleks Makam Katangka
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiH_MWM9m3G4dN3ycNUWqkclq8TaStPHheNP6cJrFEq2c-1ftSrJQA61PqO3GJF2YJlTSMwhndEK11wPIELJUIddmsnGkEikdAXmABLuFA76BrL2giG8RhcSIatxYt5b57uhmDQXrN4Vrs/s400/arsitektur+kubah+makam.jpg

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiS0MLsHQAUVs9qNgzkBHgIZbOLjwiNM53U5z_pkJulBTVS_GIj9xyQzpBWUcnSpVECHD2f69BJ3o2_tQO66W1DYMWOg8mhvqOhirdfG0OfwE_Eg8KJl_mYuk0CqDi2o8NAChfqLooOzFE/s400/corak+seni+dan+kaligrafi.jpg

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3t4yoifEIagp6yYiKLfCS4SP0yddMKvCtZUQHSgwtUXtBsu-rDJ508H2wG6OEk1cZRhHzT4H6H9zCVliLJARwhpn1_OpQVR19QDiR-JGP1cihDnqU4hFm8lV-Iwp14Vu8zTIVCju_Kfc/s400/corak+seni+1.jpg

.






Kesultanan Cirebon
Lokasinya di pantai utara pulau Jawa yang merupakan perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Barat.
Hal itu membuatnya menjadi pelabuhan dan “jembatan” antara kebudayaan Jawa dan Sunda sehingga tercipta suatu kebudayaan yang khas, yaitu kebudayaan Cirebon yang tidak didominasi kebudayaan Jawa maupun kebudayaan Sunda.
Sultan yang memerintah kerajaan Cirebon pernah mengedarkan mata uang yang pembuatannya dipercayakan kepada seorang Cina. Uang timah yang amat tipis dan mudah pecah ini berlubang segi empat atau bundar di tengahnya, disebut Picis.
Uang koin jenis Picis ini dibuat sekitar abad ke-17. Di sekeliling lubang ada tulisan Cina atau tulisan berhuruf Latin yang berbunyi “CHERIBON”.

Uang_Picishttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh02VhHhPhPOrGVnoRWve-ysEElezhWxUMG7ULZYSSvQ-0nbALZDlHJ5OnBlIsZz5o1iZCeT9DAnG3cqB8plLD7NH8hy5SFOjawL5nVpvGWqQWGT3jFT22q0MOvAx1KOMzZUnThMKvir6Kc/s320/Kraton+Kasepuhan+-+gapura+bentar%252C+detail.JPGBendera Kesultanan Cirebon https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEixLKr03pJNlropHJ5llKDU_-exKDqUrsB0gOknnM7G-teJMoyxAU4mOUcoh5-g4nmwd0LIHhSjOWg-zcUO5T-9klc08y4ZUyJ0qXcC2ACrKEJbUG5Yqko5mgq45O0R4SCezjejhj1KFg0j/s320/Keraton+Gebang%252C+taman+-+patung+gajah.JPG


Sumber
Wikipedia.id
http://wisatadanbudaya.blogspot.com