Kamis, 26 Maret 2015

Kerajaan Islam di Nusantara



Kerajaan Samudera Pasai


Uang-Dirham-Kerajaan-Samudra-PasaiKesultanan Pasai, juga dikenal dengan Samudera Darussalam, atau Samudera Pasai, adalah kerajaan Islam yang terletak di pesisir pantai utara Sumatera, kurang lebih di sekitar Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara, Provinsi Aceh, Indonesia.
Belum begitu banyak bukti arkeologis tentang kerajaan ini untuk dapat digunakan sebagai bahan kajian sejarah. Namun beberapa sejarahwan memulai menelusuri keberadaan kerajaan ini bersumberkan dari Hikayat Raja-raja Pasai, dan ini dikaitkan dengan beberapa makam raja serta penemuan koin berbahan emas dan perak dengan tertera nama rajanya.
Mata uang emas dari Kerajaan Samudera Pasai untuk pertama kalinya dicetak oleh Sultan Muhammad yang berkuasa sekitar tahun 1297-1326 Masehi.
Mata uangnya disebut “Dirham” atau “Mas” dan mempunyai standar berat 0,60 gram (berat standar Kupang).
https://cakradonyamalang.files.wordpress.com/2014/06/picture-0172.jpgNamun ada juga koin-koin Dirham Pasai yang sangat kecil dengan berat hanya 0,30 gram (1/2 dari Kupang atau 3 kali Saga). Uang Mas Pasai mempunyai diameter 10–11 mm, sedangkan yang 1/2 Mas berdiameter 6 mm.
Pada hampir semua koinnya ditulis nama Sultan dengan gelar “Malik az-Zahir” atau “Malik at-Tahir”. Nama dirham menunjukkan pengaruh kuat pedagang Arab dan budaya Islam di kerajaan tersebut.
Lambang Kerajaan Samudera PasaiSelain uang dirham, peninggalan Samudera Phttp://3.bp.blogspot.com/-rPS3f_lhnQ0/UK0raZqKGxI/AAAAAAAACxg/VNmu1VjQgSw/s1600/Makam-Ratu-Nahrisyah-di-Aceh-Utara.jpgasai yang lainnya adalah Cakra Donya, makam para sultan, stempel kerajaan, dan surat Sultan Zainal Abidin.
http://acehkita.com/wp-content/uploads/2009/03/samudera.jpg
Kesultanan Banten


Bendera Kesultanan Banten
Kesultanan Banten merupakan sebuah kerajaan Islam yang pernah berdiri dan sekarang lokasi wilayahnya persis berada di Provinsi Banten, Indonesia.
Berawal sekitar tahun 1526, ketika Kerajaan Demak memperluas pengaruhnya ke kawasan pesisir barat Pulau Jawa, dengan menaklukan beberapa kawasan pelabuhan kemudian menjadikannya sebagai pangkalan militer serta kawasan perdagangan.
uang Kasha Kesultanan BantenSeiring dengan kemunduran Demak terutama setelah meninggalnya Trenggana (dikenal juga sebagai Tung Ka Lo adalah raja Demak ketiga 1505-1518 dan 1521-1546.), Banten yang sebelumnya vazal dari Kerajaan Demak, mulai melepaskan diri dan menjadi kerajaan yang mandiri.
Bendera Kesultanan BantenMata uang dari Kesultanan Banten pertama kali dibuat sekitar 1550-1596 Masehi.
Bentuk koin Banten mengambil pola dari koin cash Cina yaitu dengan lubang di tengah, dengan ciri khas persegi 6 pada lubang tengahnya (heksagonal).
Inskripsi bagian muka pada mulanya dalam bahasa Jawa: “Pangeran Ratu”.
Namun setelah mengakarnya agama Islam di Banten, inskripsi diganti dalam bahasa Arab, “Pangeran Ratu Ing Banten”.
Terdapat beberapa jenis mata-uang lainnya yang dicetak oleh Sultan-sultan Banten, baik dari tembaga ataupun dari timah, seperti yang ditemukan pada beberapa tahun yang lalu.
Berikut beberapa peninggalannya

http://3.bp.blogspot.com/-i6bs8QwnZrc/Uq0toQtphyI/AAAAAAAAJ80/18wV_weMwKw/s400/istana-kaibon.jpg

http://1.bp.blogspot.com/-bZILqNRyeRM/Uq0t8OgS_0I/AAAAAAAAJ88/ebTRE1emh00/s400/Keraton_Surosowan.jpg

http://4.bp.blogspot.com/-Ec7fJ7Is72k/Uq0tM_6dvaI/AAAAAAAAJ8s/KEDNWOMmpDQ/s400/12970769321872462741.jpghttp://1.bp.blogspot.com/-adbjRLTvOdY/Uq0y1SNCTwI/AAAAAAAAJ9U/uXiyB0jwV7Q/s400/20120910_123805.jpg



http://1.bp.blogspot.com/-kONWYT2f1rg/Uq0wavni70I/AAAAAAAAJ9I/1vHR4VblCYg/s1600/100_1203.jpg
     



Kesultanan Gowa-Tallo
Uang_JinggaraDi daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara, berdiri kerajaan Gowa dan Buton. Kerajaan Gowa pernah mengedarkan mata uang dan emas yang disebut “Jinggara”.
Salah satunya dikeluarkan atas nama Sultan Hasanuddin, raja Gowa yang memerintah pada tahun 1653-1669. Selaing itu beredar juga uang dari bahan campuran timah dan tembaga yang disebut “Kupa”.
Kesultanan Gowa atau kadang ditulis Goa, adalah salah satu kerajaan besar dan paling sukses yang terdapat di daerah Sulawesi Selatan. Rakyat dari kerajaan ini berasal dari Suku Makassar yang berdiam di ujung selatan dan pesisir barat Sulawesi.
Wilayah kerajaan ini sekarang berada di bawah Kabupaten Gowa dan beberapa bagian daerah sekitarnya. Kerajaan ini memiliki raja yang paling terkenal bergelar Sultan Hasanuddin, yang saat itu melakukan peperangan yang dikenal dengan Perang Makassar (1666-1669) terhadap VOC yang dibantu oleh Kerajaan Bone yang dikuasai oleh satu wangsa Suku Bugis dengan rajanya Arung Palakka.
Berikut beberapa peninggalannya.


Kompleks Makam Katangka
http://4.bp.blogspot.com/_D7gbHOzZjzM/TOO6rN-ijfI/AAAAAAAAC6I/_sD6O8wO0b4/s400/arsitektur%2Bkubah%2Bmakam.jpg

http://1.bp.blogspot.com/_D7gbHOzZjzM/TOO61Hdrg9I/AAAAAAAAC6Q/ujymK1NyWJM/s400/corak%2Bseni%2Bdan%2Bkaligrafi.jpg

http://1.bp.blogspot.com/_D7gbHOzZjzM/TOO7hjP17fI/AAAAAAAAC6Y/UvJm8m3X1aY/s400/corak%2Bseni%2B1.jpg

.






Kesultanan Cirebon
Lokasinya di pantai utara pulau Jawa yang merupakan perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Barat.
Hal itu membuatnya menjadi pelabuhan dan “jembatan” antara kebudayaan Jawa dan Sunda sehingga tercipta suatu kebudayaan yang khas, yaitu kebudayaan Cirebon yang tidak didominasi kebudayaan Jawa maupun kebudayaan Sunda.
Sultan yang memerintah kerajaan Cirebon pernah mengedarkan mata uang yang pembuatannya dipercayakan kepada seorang Cina. Uang timah yang amat tipis dan mudah pecah ini berlubang segi empat atau bundar di tengahnya, disebut Picis.
Uang koin jenis Picis ini dibuat sekitar abad ke-17. Di sekeliling lubang ada tulisan Cina atau tulisan berhuruf Latin yang berbunyi “CHERIBON”.

Uang_Picishttp://4.bp.blogspot.com/-WIzcUxrk9Bs/TWIKO-6sdnI/AAAAAAAAAWI/jsP6XjeQntU/s320/Kraton%2BKasepuhan%2B-%2Bgapura%2Bbentar%252C%2Bdetail.JPGBendera Kesultanan Cirebon http://2.bp.blogspot.com/-l2mTGUrgvP0/TWIJzlazAzI/AAAAAAAAAWA/8LivRQm-q8M/s320/Keraton%2BGebang%252C%2Btaman%2B-%2Bpatung%2Bgajah.JPG


Sumber
Wikipedia.id
http://wisatadanbudaya.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar